pasar wage purwokerto jaman dahulu
pasar wage purwokerto
Jika dilihat dari belakang yaitu sejarah kota purwokerto ternyata perjuangan para pahlawan kita sungguh sangat gigih dalam mempertahankan kota purwokerto. Yang dulu terlihat sederhana tanpa lampu dan penerangan seperti terlihat di jaman modern sekarang ini. Purwokerto merupakan salah satu kota yang sangat cepat dengan berbagai pertumbuhan seperti jalan yang sudah sangat halus dan berbagai pertokoan hingga perhotelan dan supermarket. 

terlepas dari sejarah terbentuknya kabupaten Banyumas. Sejarah dan perkembangan kota Purwokerto yang pernah mengecap sebagai Kota Administratif patut di ketahui oleh warga Kabupaten Banyumas, meskipun akhirnya kembali menjadi Kecamatan Kota. Perkembangan Kota Purwokerto sebagai ibukota Kabupaten Banyumas yang juga ibukota eks karesidenan Banyumas semakin bertambah pesat. Beberapa fasilitas umum ditambah dan ditingkatkan [amin hidayat]

Purwokerto adalah ibukota kabupaten Banyumas. secara geografis Purwokerto berada di selatan Gunung Slamet, salah satu gunung berapi yang masih aktif di pulau Jawa, dan berada di koordinat 7°26′S 109°14′E. Selain menjadi pusat pemerintahan, Purwokerto juga menjadi pusat koordinasi daerah Jawa Tengah bagian barat

pendopo kabupaten purwokerto
pendopo kabupaten purwokerto
Istilah kota dalam sumber-sumber sejarah kuno telah dikenal dengan berbagai nama. Dalam kitab Negara kertagama dan Babad Tanah Jawi, ditemukan istilah kota nagari atau negara yang artinya sama dengan kota. Ini merupakan petunjuk adanya kota-kota di daerah pedalaman yang mempunyai basis ekonomi pertanian. Sedangkan istilah Purwokerto berasal dari kata purwo yang artinya wiwitan atau asal mula, dan kerto yang artinya  kemakmuran, jadi Purwokerto artinya asal mula dari kemakmuran.

pendopo tempat tinggal residen purwokerto
pendopo tempat tinggal residen purwokerto
Membahas tentang kota satria, banyak yang beranggapan purwokerto jaman dahulu adalah bernama purwakerta (Poerwokerto). Kota Purwakerta atau Praketa adalah kota yang mulai di bangun oleh pemerintah Belanda semenjak di jadikan sebagai ibukota Kabupaten Adjibaran (Ajibarang), yang sebelumnya berada di Adjibaran. Pemindahan ke kota Purwakerta dilakukan pada tahun 1836 setelah kota Adjibaran terkena angin Lisus selama 4o hari 40 malam. pada saat itu Bupati di jabat oleh Raden Tumenggung Bartadimeja bergelar R Adipati Martadireja II dan Asisten Residen Werkevisser. [banjoemas]

stasiun timur purwokerto
stasiun timur purwokerto
Pemerintah Belanda membangun kota Purwakerta sedikit menjauh dari pusat kota Purwakerta sebelumnya, yaitu di pasar Wage. Dimana menurut Sugeng Priyono pusat kota Purwakerta dahulu berada di Pasar Wage dan Klenteng Hok Tik Bio yang sekarang dahulunya adalah pendopo kadipaten. Pembangunan pendopo kabupaten didirikan di Paguwan (Paguhan) dan rumah kantor asisten Residen (selalu berdekatan) berada di Bantarsoka.

Purwakerta pada rekaman visual tahun 1900-1930han, terdapat banyak sekali bangunan sangat megah dan tentunya merupakan sebagai aspek-aspek pendukung kota yang lumayan besar pada saat itu selai Soekaradja (Sokaraja). Bahkan pada awal abad 19 tersebut, dimana mengikuti kejayaan Kerajaan Belanda akan Gula dan Tembakau, kota-kota di Jawa pun mengalami kejayaan termasuk kota Purwakerta.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama